Selasa, 28 September 2010

Selaras Senja


Selaras nyanyian senja yang selalu menggema
Nada-nadanya beraneka membentuk harmoni dalam sunyi
Menampakkan seraut jiwa yang hampa tak bersua
Melaju menelusuri tepi-tepi hari mencari janji hati

Disaksikan camar-camar yang bergegas pulang
Tak sabar untuk bercengkerama, bercerita yang sejuta
Sang jiwa duduk di ujung senja dengan menutup mata
Mendengarkan bisikan yang tak terbungkus oleh kata
Menerawang jauh ke dalam yang telah terkoyak
Menahan sesak berjuta demi kata setia pada cinta

Ujung-ujung rerumputan menunduk dan bergoyang dengan lembut
Selaras dengan nyanyian nafas yang sepoi tak berdawai
Seolah turut mendendangkan gelora yang meraja dalam dada
Terseret cinta yang mengalir, sambung-menyambung hingga membumbung

Pada pucuk-pucuk senja yang masih menyapa
Sang jiwa lenyap, musnah ditelan cinta

2010

Tidak ada komentar:

Posting Komentar