Jumat, 08 Oktober 2010

Wangi Petang Hari


Wangi tubuhmu membuka catatan hari
Ketika warna tanah mulai terlihat setelah semalaman dipeluk pekat
Menitipkan senyuman pada butiran-butiran kesucian di dedaunan
Mengisyaratkan berjuta harapan pada kehidupan

Raja hari mulai meninggi di ujung bumi
Memaksa segala yang di sini melahirkan bayang diri
Berwarna gelap berbaris menghadap ke barat
Kau bergerak tak searah bayang dengan tetap menjaga wangi diri

Derit putaran waktu terus mengantarmu melaju
pada raja hari di singgasana paling tinggi
ketika butiran-butiran kesucian di dedaunan menghilang
Berganti debu dan keringat yang selalu menggerayangi

Sampai detik ini tak satupun insan melambaikan tangan
Memanggilmu dengan sapaan dan memberikan berjuta harapan
Kau tawarkan pada ibu-ibu di pasar, mereka yang di jalan
Berusaha menarik hati pelanggan untuk kau antar

Kau paham,
mereka lebih tertarik pada mesin beroda
Roda yang selalu berputar seolah berkejaran

Kau paham,
semakin pupus ratusan bahkan jutaan harapan
Harapan tentang penghasilan, makanan, pendidikan, dan kesehatan

Kau tetap wangi dengan menjaga berjuta harapan
di antara orang memperebutkan dukungan demi kekuasaan
Kau tetap tenang ketika mereka melupakan janji atas kesejahteraan
Meninggalkan kepahitan dan kedukaan

Kau tetap wangi di petang hari
menjadi mimpi-mimpi abadi

2009

Tidak ada komentar:

Posting Komentar